About Us

My photo
One of THE BEST in town, a Credible and Reliable workshop that you can trust to modified your cars. JOK KULIT | KACA FILM | CARBON FABRIC FILM | PEREDAM | AUDIO | BODY KIT REP. | HID | PROJECTOR - ANGEL EYES

22 June 2009

Model dan Pemasangan Jok Kulit

Apabila anda melihat interior rumah yang mewah dan nyaman mungkin terbesit di pikiran anda bisakah sofa yang mahal ditaruh di dalam mobil, jawabnya bisa. Sofa mahal yang di tawarkan di toko furnitur saat ini dapat anda aplikasikan kedalam mobil anda.
Saat ini anda dapat membuat berbagai model yang anda inginkan pada jok mobil anda. Sebenarnya hal ini dapat dilakukan sejak lama, tetapi karena trend yang selalu berubah maka jok kulitpun mengalami perubahan trend. Semua jenis dan model ini dapat diaplikasikan dengan semua jenis bahan untuk jok, terutama bahan kulit atau semi kulit (sintetik).
Teknik Penjahitan Jok (Single or Double Stitch)
Sebelum anda mengenal lebih lanjut sebaiknya anda mengenal teknik jahitan yang biasa di terapkan pada jok mobil. Teknik penjahitan dalam pembuatan jok kulit ada 2 yaitu single stitch dan double stitch. Single stitch berarti jahitannya hanya satu baris sedangkan double stitch jahitannya ada dua baris.
Jahitan double stitch lebih kuat, terlihat lebih rapih dan mewah. Pejahitan double stitch yang benar dilakukan dengan menggunakan mesin jahit yang bermata 2, jadi jalur jahitan terlihat harmonis dan jalan bersamaan pada seluruh area. Tetapi ada juga penjahit (yang tidak memiliki mesin jahit bermata dua) yang mengakali double stitch dengan cara menjahit dua kali jalan. Memang jumlah jahitan menjadi dua buah tetapi hasil pengerjaan tidak akan memuaskan karena bagaimanapun juga jarak antara jahitan pertama dengan kedua tidak merata (kadang rapat kadang renggang) sehingga malah terlihat berantakan.

Jenis Pemasangan
Ada dua alternative pemasangan jok kulit: sarung dg tali2/kancing/zipper dan cover jok paten.
Cover Jok Paten
Cover jok paten dipasang sesuai standard pabrikan spt halnya mobil2 premium yg telah dilengkapi oleh jok kulit. Cover jok paten tidak dijahit ke busa jok, tetapi memakai ring besi pada sandaran dudukan dan bawah jok spt hal-nya pemasangan cover jok original, meskipun sudah di copot bisa dikembalikan spt semula, hanya saja tidak mudah u/ dilakukan sendiri. Cover Jok paten memberikan
estetika dan kenyamanan yg lebih dibandingkan dengan sarung jok tali2/kancing/retsleting.
Cover jok original berbahan fabric itu tidak dijahit ke busa jok tp dipasang spt layaknya sarung hanya saja bukan pakai tali tapi pakai ring besi disandaran, dudukan dan bawah jok yg sudah tersedia mounting2nya bila ring besi dicopot maka cover jok fabric (std pabrik) dapat dg mudah di copot, begitu pula dg pemangan cover jok buatan Monza dilakukan spt halnya cover jok std pabrik.
Jok Jenis Sarung
Jok ini memiliki pemakaian seperti sarung, jadi jok bawaan standar tidak diubah atau dimodifikasi sedikitpun. Kelebihannya,anda dapat membuka sarung ini untuk sekedar dibersihkan. Kekurangannya, sulit untuk mendapatkan estetika yg baik karena sarung jok tidak dapat ngepress body jok yg berjalan dg waktu pemakaian akan semakin kendor dan kurang nyaman untuk duduk dalam perjalanan jauh terutama bila kabin mobil panas.

Model Polos
Model polos ini menjadi standard yang biasanya dipakai dengan model bawaan pabrik tetapi hanya mengganti kulitnya saja. Jadi anda akan merasakan posisi duduk yang sama saat membeli mobil pertama kali tetapi berbeda soal kenyamanannya.



Model Polos Kombinasi Kerut
Model ini mengambil pola struktur jok standard dg diberikan aksen sedikit kerutan untuk mendapatkan kesan elegan looks yang diaplikasikan pada premium cars.




Model Polos kombinasi Peforated
Model ini merupakan pamakaian kulit baik semi kulit atau kulit asli yang bermotifkan bolong-bolong, jadi terkesan berbeda dengan jok kulit pada umumnya. Pada dasarnya pembersihan model ini agak sulit karena 'pori-pori' pada permukaannya. Disarankan menggunakan warna gelap sehingga apabila jok kotor tidak terlalu terlihat nyata.

Model Two Tone/Dual Tone
Model jok ini mengaplikasikan dua
warna dalam pembuatannya seperti warna hitam dipadukan dengan merah, dsb. Semuanya tergantung kepada selera warna anda. Pada model ini juga dapat diaplikasikan diamond cut (wajik) atau garis2 pada bagian tengah2nya.


Model Two Tone Extended ~ Sporty & Pattern
Model jok two tone dapat dikembangkan lagi u/ mengambil aliran Sporty spt penggunaan bahan carbonize dan juga aliran elegan dengan penggunaan bahan dg pattern tertentu. spt pattern Burberry, Fendi.. etc

Model Kerut
Model ini menjadi favorit kebanyakan orang karena model ini menimbulkan nuansa elegan yg simple. Biasanya model kerut ini memakai sedikit jahitan agar tampak lebih nyaman dibandingkan jok yang polos. Jumlah dan besarnya kerutan dapat 'dimainkan' sesuai dengan selera pemilik mobil.



Model Sofa (Garson)
Model ini biasanya menarik kaum modificator elegan style untuk kontes karena modelnya yang kental dengan kesan sofa lazy boy. Biasanya orang menyukai karena desainnya yang khas. Dengan model ini jok anda terlihat lebih gemuk dan berisi karena model sofa/garson diisi dengan bahan dacron.


Model Garis Horizontal
Model ini membuat interior mobil terkesan sporty. Dengan motif ini cocok digunakan untuk yang memiliki karakter atau desain yang sport dan racing style.
Design sporty atau racing style umumnya berwarna gelap dan dapat diberi aksen benang merah untuk mempertegas bentuk jok.





Model Garis Vertikal
Model ini membuat interior mobil terkesan vintage dan klasik. Dengan motif ini cocok digunakan untuk yang memiliki karakter atau desain yang vintage dan elegan.




Model Diamond (Wajik)
Model diamond ini sangat banyak dan digemari khususnya anak muda, karena model ini dapat terlihat trendy dan dinamis. Model wajik ini berdesain jajaran genjang yang beraturan. Biasanya pola ini diterapkan sebagai variasi pada bagian tengah jok, tetapi anda juga dapat menerapkannya pada keseluruhan jok.



Dari model-model jok diatas masih bisa lagi dikembangkan baik memadu madankan warna, model jahitan maupun penggunaan bahan-bahan yg khusus, tentunya semua kembali kepada imaginasi dan creativitas trimmer.
Nah silahkan tentukan selera anda dan pastikan anda memesan pada penjahit yang menyediakan jaminan kepuasan (atau uang kembali).

(CLICK)

[Chris ~ Monza Autosport]

14 April 2009

Cover Jok Paten dan bahannya


Banyak yang salah kaprah atau belum mengetahui dengan jelas apa yg dimaksud dengan "cover jok paten" .. sebuah kalimat yg sering digunakan untuk membedakan cover jok yg dipasang menggunakan tali/kancing/retsleting (zipper), shg terkadang membuat khawatir jadi merusak jok maupun busa joknya saat melepas sarung std pabrik maupun memasang cover jok paten.

Cover Jok paten sebenarnya adalah cover jok yg dibuat dan dipasang sesuai dg standard pabrikan mobil. Cover jok paten tidak dijahit ke busa jok, tetapi dipasang memakai ring besi pada sandaran dudukan dan bawah jok spt hal-nya pemasangan cover jok original, meskipun sudah di copot bisa dikembalikan spt semula, hanya saja tidak mudah untuk dilakukan sendiri.
Pemasangan cover jok paten harus mencopot cover jok aslinya krn menggunakan mounting2 yg telah tersedia untuk ring besi cover jok, dengan penggunaan ring besi spt pemasangan cover jok asli membuat tampilan cover jok dapat ngeplak dan press pada body jok, sehingga dapat lekuk bentuk jok asli yg tentunya jauh lebih bagus daripada cover jok "non paten/permanen".

Monza spesialisasi pada pembuatan dan pemasangan cover jok paten yg secara estetika dan kenyamanan tidak dapat dibandingkan dg sarung jok tali2/kancing/retsleting.



Mengenai bahan cover jok paten sendiri pada lapisan paling atas ada berbagai alternatif material/bahan, secara umum biasanya digunakan synthetic leather, suede dan genuine leather. Ada juga toko yg menggunakan kata "semi kulit" untuk bahan synthetic leather.

Contoh-contoh merk bahan yg umum digunakan:
  • Synthetic Leather: Roica, Visel (New Visel, Visel Grand danVisel Ultimate), Accura, Carviero, Mbtech (Superior, Sporty, Picasso, Camaro, Carbonium), Platinum (Murano, titanium carbonize), dlsb.
  • Synthetic Suede: Amara, Jelita Microfiber.
  • Genuine Leather (Nappa, Top grain & Suede): Danilo, Abrossco, Italia Leather, Mastrotto, Ayrton, Autoleder (Monza, Catania, Dakota, Nappa), dlsb.
Secara tampilan dapat dengan mudah diketahui beda synthetic leather dg genuine leather yaitu pada synthetic leather dibalik bahan menggunakan fabric dan tentunya tidak berbau kulit krn memang bahan dasar syntetic leather adalah PVC (plastik).

Cover jok paten yg berkualitas bagus, selain bahan synthetic/suede/genuine leather ada lapisan busa super 1cm dan busa jaring nylon.

Semua cover jok paten buatan Monza menggunakan busa super berkualitas A yang memiliki daya tahan bertahun-tahun tidak ngempos/kempes dan juga memberikan kenyamanan lebih saat berkendara.

[Chris ~ Monza Autosport]

05 April 2009

Sequel Pemasangan Kaca Film

Pemasangan kaca film pada kaca samping adalah bagian yg termudah dari proses pemasangan kaca film.
  • Kaca dibersihkan dari sisa lem kaca film yg lama dengan menggunakan cairan sabun dan cutter.
  • Kaca di semprot air sabun dan kaca film di tempelkan kemudian dipotong sesuai ukuran kaca.
  • Kaca bagian dalam sekali lagi dibersihkan dg cutter, kemudian pintu ditutup dan kaca sekali lagi di semprot cairan sabut dan dikeringkan menggunakan alat khusus
  • Kaca dibasahi air sabun sekali lagi dan protective film di lepas dari kaca film sambil di semprot air sabun, kemudian direkatkan ke kaca bgn dalam yg masih basah dan sisa KF yg berlebih dipotong sesuai bentuk kaca.
  • Kaca film dipotong lagi dg jarak +/-5mm dg tepi kaca agar tidak terkelupas saat naik turun kaca.
  • Cairan yg berada diantara Kaca film dg kaca di keluarkan dg menggunakan alat khusus.






Pemasangan KF di kaca belakang

KF lama di copot dg ditarik secara perlahan



Pembersihan bekas lem KF pada kaca belakang yg ada defrogger agak berbeda yaitu dilakukan dg proses Dipping. Setelah KF dilepas carian sabun disemprotkan pada semua permukaan kaca bagian dalam kemudian KF bekas yg dilepas di rekatkan kembali, hal ini dilakukan untuk melembekkan lem yg menempel pada kaca belakang dan didiamkan selama membuat pola KF untuk kaca belakang agar KF dapat mengikuti bentuk cekung kaca belakang, setelah membuat pola selesai proses pembersihan lem dilanjutkan dg menggunakan potongan bahan karpet dan sabun, sambil disemprotkan carian sabun dan digosok2 sampai semua lem terangkat dan kaca bersih. Setelah itu kaca film yg telah dipola dipasang spt saat memasang kaca samping.




Pemasangan KF di kaca depan (winshield)

Dipola dg blower dr bagian luar untuk membentuk lengkung kaca depan.


Pemasangan KF pada kaca depan, pintu mobil selalu di tutup.
Kaca bagian dalam dibersikan dg air sabun khusus dan kertas koran sampai tidak ada noda/kotoran, setelah bersih kaca bgn dalam dibasahi air sabun khusus dan protective shield KF dibuka sambil disemprotkan air sabun. Setelah itu lembaran Kaca film yg telah dibuka protective shieldnya di pasangkan perlahan pada kaca depan, selama masih basa dapat digeser2 agar posisinya pas.






Setelah letak posisi kaca film sudah tepat diletakkan pada kaca depan kemudian dg menggunakan alat khusus untuk mendorong air keluar diantara kaca dan kaca film sampai semua air berlebih tidak terlihat pada kaca depan. Meskipun demikian urat air tetap akan ada dan nanti akan kering sendiri setelah terkena matahari.



Finish work


CONTACT US
(CLICK)

[Chris ~ Monza Autosport]

26 March 2009

Fakta penyebab pudarnya warna Interior




Pudarnya warna interior disebabkan oleh 3 karakter sinar matahari:
  1. Sinar Ultra Violet (UV) adalah bagian terbesar dari penyebab warna interior memudar.
  2. UV menyumbang 40% pudarnya warna baik cuaca diluar cerah maupun mendung.
  3. Visible Light (Glare) menyumbang sebesar 25% dari pudarnya warna interior.Panas yg dirasakan oleh badan menyumbang sebesar 25% dari pudarnya warna interior.
  4. Lain2nya 10%, spt: warna bahan, kelembaban, cahaya artificial, dlsb.

Energy Matahari dapat melakukan 3 hal terhadap kaca:

  1. Menembus kaca (Transmit)
  2. Bertolak dari kaca (Reflect)
  3. Menyerap pada kaca (Absorb)



[Chris ~ Monza Autosoprt]

23 March 2009

Window Film Glossary

Window Film Glossary


Absorptance
The amount that is taken into a medium.

Deposition Process
A form of physical vapor deposition (PVD) often used for deposition of metal films. Film is drawn through a tank containing metal ingots where a vacuum is created by reducing the pressure in the tank, which is then flooded with argon gas and the ingots are heated. The heat causes the metal to give up particles that migrate to the film's surface.

Dyed Film
Window film that uses either a submersion process or a dyed adhesive process to deposit dye onto its surface to achieve the qualities and look of tinted film.

Emissivity
The measure of surface's ability to absorb or reflect far-infrared radiation. The lower the emissivity rating, the better the insulating qualities of the window film/glass system.

Hybrid Film
Window film that is made up of a combination of metallic film and dyed film to achieve the qualities and look fo tinted film.

Infrared Light
A form of electromagnetic radiation with wavelengths between 0. 7 micrometres (0.0007 millimetres) and 1 millimetre. These wavelengths are longer than those of visible light, but shorter than those of microwaves. (The prefix 'infra' means 'below; infrared refers to radiation below the frequency of red light.) Infrared light is primarily thermal radiation, and we can think of this as being heat.

Metallic Film
Window film that uses either a sputtering process or deposition process to deposit metals onto its surface to achieve the qualities and look of tinted film.

Polyester Film
Polyesters are made from chemical substances found mainly in petroluem and are manufactured in fibers, films, and plastics. Polyester film (PETF) is a semi-crystalline film used in many applications such as videotape, high quality packaging, professional photographic printing, X-ray film, floppy disks, etc.

Reflectance
The amount that is bent or sent back by a medium.

Shading Coefficient
The ratio of solar heat gain passing through window film to the solar heat gain that occurs under the same conditions if the window were made of clear, unshaded double strength window glass. The lower the number, the better solar shading qualities of the window film/glass system.

Solar Absorptance
The percent of incident solar radiation that is absorbed by the window film/glass system. The lower the number, the less solar radiation absorbed.

Solar Heat Gain Coefficient
The ratio of total solar heat passing through a given window product relative to the solar heat incident on the projected window surface at normal solar incidence (I.E. perpendicular to the glazing surface). The lower the coefficient number for a particular window film/glass system, the better it is able to reduce heat.

Solar Reflectance
The percent of incident solar radiation that is reflected by the window film/glass system. The lower the number, the less solar radiation reflected.

Solar Transmittance
The percent of incident solar radiation that is transmitted through the window film/glass system. The lower the number, the less the solar radiation transmitted.

Sputtering Process
A form of physical vapor deposition (PVD) often used for deposition of metal films.Sputtering involves knocking metal atoms off a disc of pure metal with charged, energetic, chemically inactive atoms called ions (from a plasma). The metal atoms will re-deposit and build on top of polyester film .

Total Solar Energy Rejected
The percent of total solar energy (heat) rejected by the window film/glass system. The higher the number, the more total solar energy (heat) rejected.

Transmittance
The amount that is allowed to pass through a medium.

U-Value
The ability for heat to transfer through 1 square foot of window film for each 1° fahrenheit difference in temperature. It is dependent upon the local climate or environment that the window is located in effects the level of heat transfer and the rate; in summer, heat transfers from the outdoor air to indoor air. In winter, heat transfers from indoor air to outdoor air. The lower the U-Value, the better insulating qualities of the window film/glass system.

Ultraviolet Light
Light having a shorter wavelength and higher energy than visible light. Ultraviolet light is potentially damaging to library, archive and museum objects. Removing UV light can reduce the rate of deterioration. Certain acrylic sheets have UV filtering chemicals built into them.

Ultraviolet Transmittance
The percent of ultraviolet light (UV) that is transmitted by the window film/glass system. The lower the number, the less ultraviolet transmitted.

Visible Light
electromagnetic radiation at wavelengths which the human eye can see. We perceive this radiation as colors ranging from red (longer wavelengths; ~ 700 nanometers) to violet (shorter wavelengths; ~400 nanometers).

Visible Light Absorptance
The percent of total visible light that is absorbed by the window film/glass system. The lower the number the less visible light absorbed.

Visible Light Reflectance
The percent of total visible light that is reflected by the window film/glass system. The lower the number the less visible light reflected.

Visible Light Transmittance
The percent of total visible light that is transmitted through the window film/glass system. The lower the number the less visible light transmitted.


[Chris ~ Monza Autosport]